Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Diselenggarakan oleh ITB, RAKORDA XV Sukses Terlaksana

10.13.00 Add Comment







 Apa sih RAKORDA itu?


Halo sobat Teknik Kimia!

Apa kalian tahu apa itu RAKORDA?

Simak penjelasan lengkapnya dibawah yaa!

 

Rakorda atau “Rapat Koordinasi Daerah” adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan 1 tahun sekali dan dihadiri oleh delegasi yang merupakan mahasiswa Teknik Kimia dari 21 institusi yang ada di BKKMTKI Daerah II dengan terbagi 3 regional wilayah yaitu: Provinsi DKI Jakarta, Banten & Jawa Barat. Rapat Koordinaasi Daerah II (RAKORDA) XV yang dilaksanakan oleh BKKMTKI Daerah II telah terlaksana pada tanggal 27-29 Desember 2021 via zoom meeting dengan penyelenggara Institut Teknologi Bandung. Selain Rapat Koordinasi terdapat juga acara Seminar Nasional dengan speaker yaitu Timotius Weslie dan membawakan tema “Peran Generasi Milenial dalam Revolusi Industri 4.0”. Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia UNTIRTA telah mendelegasikan sebanyak lima orang kadernya; Al Qossam Muflih (Teknik Kimia 2020), Fitriah Suhri (Teknik Kimia 2020), Purnama Irene (Teknik Kimia 2020), Adipati Bintang (Teknik Kimia 2019), dan Lulu Tsania (Teknik Kimia 2019).


Tujuan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Daerah II (RAKORDA) XV adalah untuk mengevaluasi dan melaporkan kinerja kepengurusan BKKMTKI Daerah II yang telah berlangsung selama satu periode, menentukan tuan rumah Liga BKKMTKI dan Musyawarah Daerah, pelantikan staff baru, sekaligus sebagai sarana menjalin silaturahmi dengan mahasiswa teknik kimia se-Indonesia terkhusus Daerah II. Hasil dari kegiatan Rapat Koordinasi Daerah adalah terjalinnya silaturahmi dengan anggota BKKMTKI Daerah II, terjalinnya hubungan baik dengan peserta yang berasal dari himpunan lain, pendelegasi mengevaluasi kinerja BKKMTKI sekaligus memberikan solusi terhadap masalah yang ada, pelantikan staff baru BKKMTKI, serta mendapatkan informasi terkait update-an perusahaan yang membuka kerja praktik di masa pandemi yang dapat mempermudah mahasiswa dalam melaksanakan Kerja Praktik, informasi tersebut dapat diakses pada tautan berikut :

https://drive.google.com/folderview?id=1j79zwl3rKkHCWdioFSeDBkpAJYuP3beL

 

#HimatemiaGo

DARI ZEOLIT UNTUK PESISIR

17.19.00 Add Comment

 

 

DARI ZEOLIT UNTUK PESISIR 

    Mungkin sudah ga asing kali ya bagi kita mendengar bahwa indonesia adalah negara maritim, jadi secara ga langsung kita itu punya garis pantai yang panjang, bayangin aja deh kita punya garis pantai sepanjang 81.000 km. Terus orang yang tinggal dikawasan pesisir mencapai angka 16 juta lebih, luas banget ga tuh ?  

    Tapi sayang banget nih karena daerah pesisir ini yang bisa kita liat luas banget wilayahnya itu sangat sulit untuk diolah tanahnya dalam bidang bertanian, hal ini karena kandungan nutrisi yang diperluin sama tanaman ga bisa tercukupi dan beberapa masalah lainnya.

    Terus gimana tuh supaya daerah pesisir bisa dipakeuntuk bercocok tanam ? yang pertama itu kita harus buat supaya lahan tersebut dapat menahan dan menyimpan air, terus kita harus ngebuat supaya lahan tersebut kaya akan unsur-unsur yang diperluin sama tanaman, gimana tuh caranya ? ya dikasih pupuk lah biar lahannya bisa mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. 

 

    Kalian tau ga kalo mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jadi tim yang beranggotakan Rizka Fitria Utami, Khoirunnisa Amartya Octaviani, dan Berliana Tristati Putri ngembangin pupuk dari zeolit dan asam humat pada penelitian terbarunya MODIFIKASI SLOW RELEASE UREA MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ASAM HUMAT UNTUK MENANGGULANGI PERMASALAHAN DI TANAH PESISIR dengan tujuan pelepasan zatnya diperlambat, loh kok, kenapa diperlambat ? supaya zat yang lepas dari pupuk ini ga terbuang sia-sia dan lebih banyak zat yang terserapnya dibanding yang terbuang gitu teman-teman. 

    Sebentar kita udah bahas gunanya, tapi kalian tau ga zeolit itu apa ? mungkin untuk temen-temen yang udah baca artikel kita yang lain udah ada gambaran apa itu zeolit. Jadi gini teman-teman zeolit merupakan senyawa alumino-silikat hidrat terhidrasi dengan unsur utama yang terdiri dari kation alkali dan alkali tanah terutama Ca, K dan Na, dengan rumus umum (LaAlbSicO2.nH2O) dimana L adalah logam. Sifat umum dari zeolit adalah kristal yang agak lunak dengan warna putih coklat atau kebiru-biruan. Senyawa kristalnya berwujud dalam struktur tiga dimensi yang tak terbatas dan memiliki rongga-rongga yang saling berhubungan membentuk saluran ke segala arah dengan ukuran saluran tergantung dari garis tengah logam alkali ataupun alkali tanah yang terdapat pada strukturnya. Dimana rongga-rongga tersebut akan terisi oleh air yang disebut air kristal.

    Zeolit merupakan senyawa alumino silikat terhidrasi yang terdiri dari tetrahedral (Si, Al) dan dikelilingi oleh atom-atom O dalam ikatan tiga dimensi. Mineral zeolit yang paling umum dijumpai adalah (Na,K)2O, Al2O3, 10SiO2, 8H2O.

    Nah jadi intinya mah zeolit ini senyawa yang bagus untuk jadi absorben dan bisa dipake deh untuk pengikat zat-zat yang dibutuhkan kayak yang udah dibahas diatas.

    Terus dari hasil penelitian itu bisa dimanfaatin untuk pengembangan lahan didaerah pesisir untuk menunjang diversifikasi pangan daerah tersebut.



Potensi Pigmen Antisianin Dari Kulit Buah Naga Menjadi Zat Pewarna Makanan Alami

18.11.00 Add Comment


POTENSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MENJADI ZAT PEWARNA MAKANAN ALAMI

-HIMATEMIA-


Hallo Sobat Himre..

    Seperti yang kita ketahui, maraknya penggunaan zat pewarna makanan saat ini  banyak digunakan pada makanan seperti pada jananan pasar dan lain sebagainya. Penggunaan warna yang dimaksudkan terkadang banyak yang menggunakan zat pewarna terlarang, dimana itu membuat konsumen merasa khawatir akan makanan  yang dikonsumsinya. Untuk itu, perlu adanya alternatif pada penggunaan zat pewarna pada makanan yakni  menggantinya dengan zat pewarna alami seperti dari buah bit, daun suji, kunyit dan lain sebagainya. Pigmen lain yang dapat di ekstrak dari bahan alami salah satunya adalah pigmen yang berasal dari kulit buah naga yakni pigmen antosianin. Pada perkBPOM No.37 Tahun 2013 tentang batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan pewarna yang disebutkan bahwa (Acceptable Daily Intake) atau ADI untuk antosianin adalah 0-2,5 mg/kg berat badan.

    Buah naga merupakan buah yang banyak sekali digemari oleh masyarakat karena  khasiat dan manfaat serta nilai gizi yang cukup tinggi. Tinggi nya tingkat konsumsi  buah naga di masyarakat mengakibatkan banyaknya kulit buah naga yang terbuang serta menumpuk, dimana itu akan menyebabkan bau busuk jika didiamkan dan tidak segera diolah. Salah satu alternatif untuk mencegah menumpuk serta terbuang nya dari kulit buah naga tersebut dapat dimanfaatkan menjadi zat pewarna makanan alami untuk makanan dengan menggunakan proses ekstraksi.

    Kulit buah naga memiliki kandungan antosianin didalamnya dimana antosianin merupakan zat pewarna yang penting dan banyak tersebar luas dalam tumbuhan. Antosianin tergolong pigmen yang disebut flavonoid,  flavonoid termasuk senyawa polar dan dapat di ekstrak menggunakan pelarut yang polar juga seperti etanol, air dan etil asetat. Pigmen yang dihasilkan pada kulit buah naga itu sendiri adalah berwarna merah sampai biru.

    Beberapa peneliti sudah banyak melakukan penelitian mengenai ekstraksi pigmen antosianin dari kulit buah naga seperti yang dilakukan oleh Anis (2002) yaitu pengolahan kulit buah naga dengan menggunakan pelarut air dan asam sitrat dimana menghasilkan rendaman dengan nilainya sebesar 10,20 % dan disimpan selama 4 hari dengan perbandingan asam sitrat dan air pelarut sebesar 9:1 dengan pH 1,91. Rendemen zat warna antosianin yang berbeda pada setiap perlakuan karena kepolaran dari masing-masing palarut yang digunakan. Selain itu kemurnian pelarut yang digunakan akan mempengaruhi daya ekstraksi atau melaritnya zat warna antosianin yang terlarut didalam pelarut dimana akan mempengaruhi rendemen zat warna yang dihasilkan.

    Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya pewarna dari kulit buah naga dapat di aplikasikan sebagai warna alami bahan makanan dinana sebagau alternatif dari pewarna sintetis.

Ayo Sobat Himre mari mencoba membuat zat pewarna berbahan dasar kulit buah naga.

Salam Himre, selamat bertemu di artikel selanjutnya.

#HimatemiaBERAKSI

#HimatemiaGO


Daftar Pustaka :

Simanjuntak, Lidya. Dkk. 2014. EKSTRAKSI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus). Medan. Universitas Sumatera Utara.


Zeolit, Alternatif Adsorben Yang Banyak Ditemukan Di Alam Untuk Penghilangan Kadar Ammonium

17.30.00 Add Comment

 


ZEOLIT, ALTERNATIF ADSORBEN YANG BANYAK DITEMUKAN DI ALAM UNTUK PENGHILANGAN KADAR AMMONIUM

Tahukah kalian bahwa kandungan amonium dan racun dalam air dapat berbahaya bagi makhluk hidup? Dibutuhkan perhatian khusus terhadap kadar racun ammonium di Perairan. Oleh karena itu, sudah menjadi suatu keharusan untuk melakukan penghilangan kandungan ammonium dari air limbah yang dibuang ke lingkungan.

Ammonium memiliki efek berbahaya dan beracun terhadap kesehatan manusia dan sumber daya biotik, hal ini dapat terjadi ketika kandungan ammonium telah melebihi batas kemampuan lingkungan menetralkan racun dan melewati batas yang diizinkan.

Sebenarnya ammonium termasuk dalam kategori senyawa basa lemah, sehingga akan dengan mudah dilakukan proses penyerapan atau adsorpsi dengan zat padat. Salah satu caranya yaitu memanfaatkan sifat daya serap yang tinggi dari bahan zeolit.

Zeolit merupakan senyawa alumino-silikat hidrat terhidrasi dengan unsur utama yang terdiri dari kation alkali dan alkali tanah terutama Ca, K dan Na, dengan rumus umum (LaAlbSicO2.nH2O) dimana L adalah logam. Sifat umum dari zeolit adalah kristal yang agak lunak dengan warna putih coklat atau kebiru-biruan. Senyawa kristalnya berwujud dalam struktur tiga dimensi yang tak terbatas dan memiliki rongga-rongga yang saling berhubungan membentuk saluran ke segala arah dengan ukuran saluran tergantung dari garis tengah logam alkali ataupun alkali tanah yang terdapat pada strukturnya. Dimana rongga-rongga tersebut akan terisi oleh air yang disebut air kristal.

Zeolit merupakan senyawa alumino silikat terhidrasi yang terdiri dari tetrahedral (Si, Al) dan dikelilingi oleh atom-atom O dalam ikatan tiga dimensi. Mineral zeolit yang paling umum dijumpai adalah (Na,K)2O, Al2O3, 10SiO2, 8H2O.

Dalam proses adsorpsi pemilihan adsorben merupakan hal yang sangat penting, salah satu adsorben yang memiliki potensi yaitu zeolit. Zeolit merupakan material berpori dan memiliki beberapa kandungan mineral dominan (SiO4 dan AlO4). Menurut International Zeolite Association, terdapat 234 tipe zeolit yang terdiri dari 67 tipe zeolit alam dan sisanya yaitu zeolit sintetis. Penggunaan zeolit sebagai media adsorpsi menjadi hal yang menarik karena jumlahnya yang besar di Indonesia terutama zeolit dari Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Berdasarkan hasil survei terdapat sekitar 40 lokasi yang mengandung endapan zeolit alam dan sebagian besar berada di Pulau Jawa, termasuk yang terluas di daerah Banten. Kandungan Zeolit di Kecamatan Bayah terhampar areal seluas 400 hektar lebih dengan deposit lebih dari 123 juta ton.

Jenis mineral yang dimiliki oleh zeolit alam sangat beragam. Keberagaman tersebut akan memengaruhi kemampuannya dalam menjerap kation. Mineral zeolit pada umumnya memiliki komponen silika dan alumina. Banyaknya silika dan alumina disetiap jenis mineral berbeda tergantung kondisi lingkungan dan proses pembentukannya.Setiap zeolit alam memiliki tipe yang berbeda-beda. Zeolit Lampung memiliki tipe klinoptilolit, zeolit Bayah dan Tasikmalaya memiliki kombinasi tipe klinoptilolit dan mordenit. Keberagaman tipe zeolit diduga karena kondisi lingkungan dan proses pembentukannya.

Zeolit disebut salah satu adsorben alternative yang tinggi karena memiliki pori yang banyak dan mempunyai kapasitas tukar kation yang tinggi dan dapat diaplikasikan pada rentang temperatur yang luas sehingga sangat cocok digunakan sebagai adsorben, selain itu struktur zeolit yang berongga sehingga zeolit mampu menyerap sejumlah besar molekul yang berukuran lebih kecil atau sesuai dengan ukuran rongganya serta kristal zeolit yang telah terdehidrasi merupakan adsorben yang selektif dan mempunyai efektivitas adsorpsi yang tinggi. Sifat dari zeolit alam sendiri mampu menyerap ammoniuml. Untuk meningkatkan aktivitas dari zeolit alam, dapat dilakukan modifikasi sehingga dapat mengoptimalkan kerja dari zeolit dengan cara memperluas permukaan dari zeolit serta membuka pori zeolit.


#HimatemiaBERAKSI

#HimatemiaGO





Varian Baru Virus Covid-19 Dan Pencegahannya

16.03.00 Add Comment


Varian Baru Virus Covid-19 Dan Pencegahannya

Pandemi di seluruh dunia belum berakhir. Kasus positif COVID-19 pun terus bertambah di Indonesia tapi virus COVID-19 semakin menyeramkan. Apalagi sejak munculnya varian baru COVID-19 yang dikenal dengan varian Delta (B.1.617.2).

Varian Delta menjadi varian yang menarik perhatian seluruh dunia karena memiliki kemampuan penularan yang cepat yaitu melalui kontak langsung dengan durasi sekitar 5-10 detik dan menyebabkan penderitanya mengalami gejala yang lebih parah.

Varian ini ditemukan pertama kali di India dan kini telah menyebar ke seluruh dunia. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa varian Delta sudah menginfeksi lebih dari 80 negara dan terus bemutasi saat penyebaannya. Abdul Ghafur, salah satu dokter di India mengatakan, “Tahun lalu, kami pikir kami telah belajar tentang musuh baru kami (COVID-19), tetapi itu berubah. Virus ini telah menjadi sangat tidak terduga”

Gejala yang ditimbulkan akibat varian Delta mirip dengan COVID-19 tetapi lebih parah dan lebih sulit untuk ditangani. Varian ini dapat menginfeksi semua umur, dari anak-anak hingga dewasa dengan gejala yang ditimbulkan antara lain: gangguan saluran pernapasan, gangguan saluran pencernaan, pilek, batuk, demam, sakit kepala.

WHO pun menghimbau kepada semua orang yang telah melakukan vaksinasi untuk tetap menggunakan masker dan menjalankan protokol kesehatan. Baru-baru ini, Satgas COVID-19 meminta masyarakat untuk menggunakan masker double saat berada di luar rumah. Masker double yang dimaksud bukanlah masker medis dilapisi dengan masker medis lagi melainkan masker medis yang dilapisi dengan masker kain 2-3 layer.

Masker medis dapat menyaring sekitar 80-85% partikel yang dihirup serta melindungi hidung dan mulut agar tidak terkena droplets yang bisa membawa kuman. Sementara, masker kain dapat memberikan perlindungan sekitar 50-70%.  Namun pemakaiannya dianjurkan hanya 4 jam saja sehingga disarankan membawa masker cadangan. Saat masker medis dilapisi dengan masker kain 2-3 layer akan meningkatkan perlindungan hingga 96,4%.

Pemakaian masker medis biasanya masih terdapat celah di area atas (pipi dan hidung) sehingga memungkinkan droplets masih dapat masuk sedangkan masker kain umumnya dapat diatur kekencangannya dan pas di wajah sehingga kombinasi masker medis dan masker kain bisa memberikan perlindungan yang lebih baik.

Penggunaan masker medis yang dilapisi masker medis lagi dengan tujuan akan memberikan perlindungan yang lebih baik itu adalah salah. Karena tidak semua jenis masker dapat dirangkap, contohnya masker KN95 dan N95. Masker N95 sudah dibuat sesuai standar untuk menyaring dengan kemampuannya sekitar 95%. Meskipun begitu, untuk sementara ini penggunaan masker double tidak direkomendasikan untuk anak-anak karena akan membuatnya sulit bernapas.

Tata Cara Penggunaan Masker Double

1. Gunakan masker medis sebagai lapisan pertama.

2. Pastikan kawat tipis yang terdapat di bagian atas masker medis ditekan ke arah wajah, sehingga bentuknya mengikuti bentuk hidung Anda.

3. Lapisi masker medis dengan masker kain 3 layer.

4. Pakailah masker kain yang ukurannya pas. Pastikan tali atau karet masker kain dikaitkan dengan baik pada telinga atau diikat di bagian belakang kepala.

5. Coba hembuskan napas dan rasakan apakah masih ada udara yang mengalir dari sisi atas dan sisi samping masker. Bila masih ada aliran udara, atur kembali posisi dan kekencangan masker.

6. Pastikan tetap bisa bernapas dengan nyaman dan tidak merasa pusing atau berkunang-kunang karena pemakaian masker doubel ini.

Layaknya menggunakan masker biasa, masker medis harus dibuang setelah sekali pakai, meski ditutupi oleh masker kain. Sementara itu, masker kain masih bisa digunakan kembali, tetapi harus dicuci terlebih dulu sampai bersih.

Sebelum menerapkan penggunaan masker double, sebaiknya kita perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1. Jika menggunakan masker double membuat kita terlalu sulit untuk bernapas, maka berhentilah menggunakan dua masker. Apabila tidak masalah dalam bernapas, upayakan memakai dua masker.

2. Jika menggunakan masker tambahan bisa menghalangi penglihatan (terutama bagi mereka yang berkacamata), maka kita perlu menghentikan praktik ini atau mencoba menemukan jenis masker lain agar penglihatan tidak lagi terganggu. Sebab, penglihatan yang terganggu dapat menimbulkan bahaya bagi seseorang, misalnya risiko terjatuh atau cedera.

Konsumsi makanan yang bergizi dan tetap patuhi protokol kesehatan dapat menjadi langkah dalam pencegahan terpaparnya virus COVID-19.


Sumber:

https://www.kompas.com/tren/read/2021/06/27/112600865/alasan-kenapa-kita-disarankan-pakai-dua-lapis-masker-atau-masker-dobel?page=all

https://www.kompas.com/sains/read/2021/06/27/130300223/masker-dobel-itu-bukan-pakai-2-masker-bedah-begini-cara-pakainya?page=all

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5620708/gejala-corona-varian-delta-yang-dianggap-mampu-menular-dengan-berpapasa

https://kesehatan.kontan.co.id/news/10-gejala-terinfeksi-covid-19-varian-delta-termasuk-pada-anak?page=all